Minggu, 14 Desember 2014

Sampaikan Salamku pada Kawan-Kawan Pergerakan*

sumber: heruhartanto.blogspot.com
Pernah aku membaca sebuah kisah tentang gerakan mahasiswa di tahun 80-90an.
Sangat jauh apabila dibanding sekarang.
Diceritakan dalam pembukanya, kegelisahan seorang mahasiswa baru karena kampusnya,
yang sepi dari dinamika perlawanan.
Diceritakan kemudian dalam bab berikutnya, mahasiswa baru akhirnya menemukan sebuah gerakan,
kaderisasi dan diskusi menjadi motor dan sumber bahan bakarnya.
Membaca, menulis, aksi, dan melawan menjadi sarana untuk menunjukkan eksistensi dan keberadaan mereka.

Kini?
Kata kaderisasi saja telah dianggap terlalu tendensius.
Aksi dianggap tak berguna.
Diskusi semakin sepi peminat.
Kalau sudah seperti ini, lantas bisa apa?

Saat ini,
Teman-teman gerakan di dalam kampus sedang mencari bentuk ideal fungsi dan tujuan mereka.
Akhirnya resmi diketuk, supaya sukses mereka harus menjadi event organizer.
Tidak tanggung-tanggung, kesuksesan diukur ketika berhasil mendatangkan teknokrat, birokrat, politisi, hingga motivator.
Demi fungsi tersebut, tak jarang mereka sedikit bersusah payah dengan jualan jajanan basah yang tak jarang mereka beli sendiri ketika tak habis, 

bahkan hingga meminta dengan kedok alunan gitar dan merdunya suara.

Tak semua memang,
Mereka yang disibukkan dengan event dan kegiatan, 

Tak melihat ada teman-teman mereka duduk berdiskusi di kantin terluar.
Tak peduli siang atau malam, di warung-warung kopi mereka berbincang hal esensial dan mempersiapkan regenerasi kader kedepannya.

Beruntung masih ada harapan,
dari mereka organisasi ekstra kampus dan teman-teman gerakan yang terlanjur distigmakan bahaya.
Siapa yang menstigmakan bahaya?
Aku pura pura saja tidak tahu.

Mungkin bahaya ketika, bulan-bulan politik maksudnya?
Padahal,
Terpancar senyum bahagia dan tegur sapa diantara mereka walau berbeda bendera.
Walau memang, bulan politik membuat adu taktik politik tak terelakkan.
Jungkal menjungkalkan menjadi wajar.
Namun setelah itu, 
kembali ke rutinitas tegur sapa dan saling memberi selamat sembari berbagi peran diluar sana, 
tak jarang suatu ketika mereka bersama turun ke jalan mengingatkan pemerintah.
Semoga masih ada harapan..

*Tulisan ditulis saat penulis melihat sendiri aktivitas ngopi para teman-teman gerakan di Kantin Mipcor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar